Dear Aku-



Dear Aku,

Apa kabar? Maaf aku sering lupa menanyakan kabar pada diri sendiri. Aku terlalu sibuk pada ambisi hingga lupa kapan harus menghentikan langkah. Bukan untuk berhenti namun untuk melihat jejak dan arah atau setidaknya untuk memeluk diri sendiri, menguatkan hatimu karena di depan akan lebih parah lagi.

Jadi begini, sebenarnya jauh di dalam hati nurani aku ingin mengatakan terimakasih karena tetap tegar atas semua masalah yang ada selama ini, untuk semua carut marut, jatuh bangun dan semua luka yang mungkin hanya kamu sendiri dan Tuhan yang mengetahui. Terimakasih karena karena tetap memeluk erat mimpi meskipun banyak aral melintang yang melukai. Kau tetap berdiri, tertawa, meski matamu basah oleh perih.

Terimakasih untuk tetap kuat meski kehilangan satu persatu orang yang kau sayang membuatmu kadang jatuh tercekat. Kau tahu? Mereka sedang menunggu mu di surga-Nya.
Terimakasih karena telah menjadi diri sendiri. Tak goyah saat ditertawakan, tak patah saat semesta kadang terasa sangat keterlaluan.

Dan lagi, hidup ini bukan kompetisi. Tiap pundak punya bebannya masing-masing. Kau tak perlu iri dengan orang lain. Teruslah mengejar bahagia mu dengan syukur, peluk hatimu dengan sabar, dan rangkul orang-orang yang tersayang dengan doa.
Apapun akhir kisahnya, semoga kau selalu bahagia dan tetap berpegang pada jalan Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Proses

Hal-hal yang akan kamu sadari ketika beranjak dewasa

Ketika kamu berubah