Dibalik Layar




Tidak ada salahnya dengan pandangan orang lain terhadap kita, pandangan yang selalu menganggap hidup kita sudah sempurna. Dan tidak ada yang salah ketika kita menyajikan bagian-bagian terindah di hidup kita saja, namun kita mahir menyembunyikan yang pahit-pahit.

Yah memang seperti itulah manusia, mahir menyimpan pahit hidupnya untuk diri sendiri. Ada yang menyembunyikan di balik tawanya yang renyah serenyah kerupuk jengkol, ada yang menyembunyikan nya dibalik diamnya yang setenang air di bak mandi. Ada juga yang menyembunyikan di balik sifat kerasnya yang tak mudah di goyahkan seperti batu ginjal.

Seperti layaknya sebuah pertunjukan drama teatrikal, semua pemain memerankan perannya dengan sebaik mungkin sehingga pertunjukan berjalan dengan baik. Semua penonton haru biru, tertawa, kagum, terpesona, melihat pertunjukan tersebut. Namun dibalik semua itu, tentu ada lelah dan tangis para pemain dibalik layar, berlatih hingga letih dan belajar dengan sabar untuk menyajikan pertunjukan yang sempurna.

Untuk apapun peran yang sedang kalian perankan saat ini, lakukan sebaik mungkin. Sampai pada akhir cerita, kalian puas melihat semua penonton berdiri dan bertepuk tangan untuk kalian. Jangan menyerah kawan! sayangkan kalian sudah berjalan sejauh ini dan terimakasih juga untuk kalian yang gak pernah menyerah walaupun mungkin bekas luka sudah muncul dimana-mana. Kalian hebat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Proses

Hal-hal yang akan kamu sadari ketika beranjak dewasa

Ketika kamu berubah